Pages

Monday, November 1, 2010

Ibu Pertiwi Kembali Berduka

Ibu Pertiwi Kembali Berduka. Gunung Merapi kembali meletus. Selasa, 26 Oktober 2010 petang Merapi meletus dengan mengeluarkan awan panas yang tercatat sejak pukul 17.02 WIB. 

"Sejak 17.02 WIB hingga 17.34 WIB terjadi empat kali awan panas dan sampai sekarang awan panas terus muncul susul menyusul tidak berhenti," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Surono di Yogyakarta, Selasa.

Gunung Merapi mengeluarkan awan panas
sumber: google.com

Awan panas pertama yang muncul pada pukul 17.02 WIB tersebut mengarah ke barat, namun awan panas berikutnya tidak dapat terpantau dengan baik karena kondisi cuaca di puncak Merapi cukup gelap dan hujan.


Sirine bahaya di Kaliurang Sleman berbunyi pada pukul 17.57 WIB, dan pada pukul 18.05 WIB Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta menarik semua petugas dari pos pengamatan.


"Pada 2006, awan panas terjadi selama tujuh menit, namun pada tahun ini awan panas sudah terjadi lebih dari 20 menit," katanya. Lamanya awan panas tersebut, lanjut dia, menunjukkan energi yang cukup besar. Pada pukul 18.00 WIB terdengar letusan sebanyak tiga kali yang terdengar dari pos Jrakah dan pos Selo yang disusul dengan asap membumbung setinggi 1,5 kilometer mengarah ke selatan.

Pagi tadi (Selasa, 2/11) sekitar pukul 05.23 WIB hingga 06.30 WIB, dentuman kembali dirasakan yang diikuti hembusan wedhus gembel atau awan panas. Korban meninggal dunia bertambah satu orang, dengan demikian total korban meninggal dunia menjadi 39 orang, luka ringan yang masih dirawat di RS Panti Nugroho sebanyak dua orang dan empat orang di RS Sardjito. 


Agatha Ayuningtias
915080209

No comments:

Post a Comment